✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿

Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu dhuha-Mu, kecantikannya, kecantikan-Mu, keindahannya, keindahan-Mu,
kekuatannya, kekuatan-Mu, kekuasaannya, kekuasaan-Mu, perlindungannya, perlindungan-Mu...

Ya Allah, jika rezeki masih di langit, turunkanlah, jika di bumi keluarkanlah, jika sukar permudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah...

Berkat waktu dhuha, kecantikan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, kekuasaan-Mu, limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh..

✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿✿

Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika bapa-bapa kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, - (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk agamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (derhaka)." [Surah at-Taubah : 24]
Showing posts with label ♥ SISMA ♥. Show all posts
Showing posts with label ♥ SISMA ♥. Show all posts



“AKHI, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat temyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh." Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada murabbinya di suatu malam.


Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.


“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja..." jawab mad'u itu.


Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.


"Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?", tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.


Sang mad'u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.


"Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?", sang murabbi mencoba memberi opsi.


"Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang mad'u.


Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.


“Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?" Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang mad'u. Ia hanya mengangguk.


"Bagaimana bila temyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu temyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?" tanya sang murabbi lagi.


Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.


Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, "Cukup akhi, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan..."


"Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana", sang mad'u berazzam di hadapan murabbi yang semakin dihormatinya.


Sang murabbi tersenyum. "Akhi, jama'ah ini adalah jama'ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah."


"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."


"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu; maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar.


"Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah."


"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!"


Sang mad'u termenung merenungi setiap kalimat murabbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya.


"Tapi bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kapasitas ana yang lemah ini?" sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.


"Siapa bilang kapasitas antum lemah? Apakah Allah mewahyukan begitu kepada antum? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tidak ada yang bisa menilai, bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!", sahut sang murabbi.


"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya."


Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk qiyamullail malam itu. Sang murabbi sibuk membangunkan beberapa mad'unya yang lain dari asyik tidurnya.




Wallahu a'lam.

-----------

sumber: Majalah Al-Izzah, No. 07/Th.4

-Izwan Isme @ Grup Wali Songo [GPTD]
Bismillahirrahmanirrahim...

Oredy jadi graduan abang2 dan kakak tercinta ni... :') May Allah bless U all... Lots of love and care...  Thanks for being my siblings... 3/4 Semenanjungan... Doa2kanlah adik2 yang ditinggalkan di sini... Semoga kami juga mampu berjaya dengan cemerlang baik atau lebih baik dari kalian.. n_n




Sumpah I sayang kamu semua!!!

 Sweet gitu.. :)
Nama : Noor Amira Diana Jalani
Gelaran : Kak Mira Garang
Bornday : 31 Mac

Diculik pada tahun pertama pengajian beliau di UMS. Memang ada fikrah gerakan, so kak Nisaa’ culik dia untuk terus melekat dengan ABIM. :D Walaupun kakak ni garang, tapi act. baik. Dan sangat rajin mengawal adik2. Adik2 bertuah pulak suka susahkan kakak ni, sama ada fizikal mahupun hati. Thanks a lot kak mira! :D Terkenal dengan senduknya, tapi x pernah dalam sejarah lagi kak Mira menyenduk orang. Eleh, x sampai hati la tu. :D Bestfren untuk dijadikan kawan bergaduh, kompom lah abg sorang tu, cuba teka. Haha.


 Seronoknya kamu.. :D
Nama : Farawahida Mohd Abdul Hakim
Gelaran : Fara Funny
Bornday : 7 September

Mengumumkan ketibaan cik Fara pada 7/9/2011 ke UMS sempena hari pendaftaran. :D Tym tu la 1st tym jumpa kembar c Najwa ni. Sama pemikiran, sama cengeng, ntah apa ja nda sama. Hihi. Pemurahnya pun sama. Teramat murah hati. Pemaaf jugak. Cool ja even ditimpa masalah. Kadang aku yang geram, adeh. Nama ja kakak dia ni, tapi macam lebih terbudak dari kami2. Dia masuk kategori ni sebab dia tua setahun. Hihi. However, umur tidak member makna, gaya maintain childish. Camana ni Fara? :P


Erk, macam kurang cerah di sini.. :P
Nama : Nur Liyana Damanhuri
Gelaran : Kak Lyana Sweet
Bornday : 17 November

Ni x tau mana muncul ni. :P Start kenal tym usrah di Surau B1 Kolej E. Mula2 berkontek2 ingatkan orang semenanjung sesat cakap dusun, sekali jumpa, ceh. Haha, pandai kakak ni tiru orang dusun bercakap, tertipu I. Dikenalkan oleh abg Yasir, n now, kak Lyana commit ikut usrah, kelas mengaji, program, and even jadi pengarah program Iqra’! :D Absolutely salute la Kak Lyana ni, tahap survival yang tinggi, n for sure, dia memang sweet! :D Anak Sulung Ayah, berasal daripada Bangi. Hehe.

x la rock mana pun.. :P
Nama : Fatihah MY
Gelaran : Kak Fatihah Rock
Bornday : 7 Mei

Hihi. Kisah kakak ni unik sikit. Ditemui oleh Fara di bilik beliau ketika Fara mau print teks ucapan sempena 30 tahun ABIM Sabah. Kak tihah merisik2, then x lama lepas tu, join p rumah k.Ayusz makan2. Kakak ni jugaklah heroinku, keranaaa, telah memberikan aku peluang membonceng motornya. Haha. Excited siot! Pastu, basah2 pergi usrah di rumah Umi Faridah. Bertuah! :D Thanks for the moment kakak. Rock kan kakak ni? Tapi hati jambu. Kih3. Ingatkan x menangis tym berpisah ari 2, rupa2nya :P Tahniah sebab akan konvo x lama lagi. Wish to see u again. :) [see, nama full pun sy x tau, :’( ]



Kak Kasma, x pernah pun marah aku. Baik kan? Sudah aku ni nakal, buat suka hati, degil, dll, tapi kak Kasma layaaan ja. Haha. X tau la pulak dalam hati macam mana kan. Orangnya sangat merendah diri, rajin, ringan tulang, anak solehah dll. (banyak sangat, takut mau tulis banyak2. :P) Setiap kali tersadai di ofis, kompom la kak Kasma tarik ajak tidur di rumahnya. Al-maklum, dekat ja. Pernah merasa sahur di rumah beliau, pergh, awal gila bangun! :D Merasa jugak aku rumah bujang. Kalau x kenal dia ni, ntah bila aku akan rasa. :P



Kak Ain, cumil kan. J Sejuk ja mata memandang. Halus orangnya. Penyayang. Pandai mengurut! :D Suka ni bermanja2 dengan kak Ain, menggedik mintak urut. :P Thanks kak. Kak Ain kerja sudah now, bestfriend kak Jue. Rumah diorang la mangsa pertama kesetingganan kami. (eh, yaka? kak Kasma pun macam ya jugak. :P) Baik ar ni kakak, memang nda menyesal la kalau dijadikan bini. :D Pandai memasak, (semua kakak pun pandai masak, :P) mengemas, buat cicah paling mantop! :D



Kak Jue, kakak yang sangat suka ketawa. Kalau melawak, pergh, lucu sampai pecah perut. Bila kelucuan pun ekstrem jugak. Kih3. Paling sensitip bila dipegang bahu. Kalau mau tengok aksi stuntman, silalah pegang bahunya. No insurans included la tapi. Pandai2 tanggung natijahnya sendiri. (aku pernah rasa, sumpah tobat. :P) Penggeli orangnya ni. Cakap ULAR pun macam mau menangis sudah. (apalah beza dengan aku kalau Nampak siput babi? haha) anyway, cute maintain la. Miss u kak! Baik2 d Johor tu. :D



Kak Nana, first kenal tym Majlis Raya ABIM rasanya. :D Ya, rasanya sanalah tu. Kalau x pun before tu, since rajin dipanggil ke pejabat. :D Suka senyum kan? :P Now study d KDH. Pernah menetap di biliknya d KDH tu, sampai kawan Vietnam ka Negara mana tu, keluar bilik sebab kemeriahan kami. Heee, rasa berdosa ni. :P Mengganggu ketenteraman awam betul. Kakak ni melalui cerita dia, dulu teramatlah jajal. Tapi alahamdulillah, sejak menceburi bidang gerakan ni, jadi budak innocent sudah. Tapi kalau bergaduh dengan abg Hilmie, (eh, termention) berbaling fon terus. Fuh. :D
Thanks To ME... :P
Nama: Nurazimah Bongoh
Gelaran: Gyiema Gorgeous
Bornday: 4 Jun

Darjah 6 pernah berjumpa mungkin. (C Jima ja ni ingat.. :P). Sekelas dari form 1 till Asasi UMS. Bestfriend gila2. Apa ja yang dia x tau pasal aku. Semua dia tau. So yangbanyak potensi untuk kasi kuyak aku, minah ni la. Haha. Hampir semua perkara terjadi bersama dia. MTQ, obsess dengan nasyid, camping, program, ABIM, SISMA, all with her. :D Pokoknya, kalau boleh bosan dengan budak ni, lama sudah aku bosan. Haha. Bergaduh? Selalu. Jarang kami mintak2 maaf. Pandai2 sendiri la pujuk hati. But still, kami cool ja. Jeles? Silakan. :D



Eh, nda namapak macam pemalu pun... :D
Nama: Syaidahtull Naseha Ibrahim
Gelaran: Syai Ayu
Bornday: 18 November

Sama macam Jima, sekelas dari form 1. Pemalu gila Syai ni, pendiam apatah lagi. Banyak perkara jugak la dilalui bersama. Pertandingan bola jaring tym sekolah rendah, :P Sebilik selama setahun, pernah bercamping bersama, program di Nabawan, Pitas, usrah dll. Pendiam2 Syai ni, pandai jugak dia meluah dengan aku. Thanks Syai for trusting me. :) Orangnya rajin, sumpah rajin. Pengemas, pembersih dan anak sulung! (ada kaitan? haha)


Ni la kawan aku si Ghost, eh, testing... :P
Nama: Anisa Syuhaila Rasman
Gelaran: Kating Cool
Bornday: 14 April

Minah ni aku bukannya rapat pun dulu, tapi start rapat lepas pindah bilik baru tym asasi. Dengan Syai la jugak. Kegilaan malar berjalan merayau sana sini buat kami kamceng gila. Pendirian agak sama, gila jangan cakap la, kompom. Kalau aku buat hal + nakal, partner tetap, si Kating Shu ni la. Haha. Friends are like ghost? Fav. quotes ni budak. Miahaha. Alhamdulillah, terjoin jugak dia program2 aku, n ditakdirkan pulak kami satu sekolah di UMS. See, jodoh panjang maaa. :P Kesamaan perangai kami agak tidak dirancang, entah sapa rosakkan sapa. kih3.


See, senyum memanjang.. :)
Nama: Najwa Md. Haris
Gelaran: Najwa Smile
Bornday: 11 Febuari

Si kakak cengeng ni, kenal start tym Asasi. Of coz la perbezaan karakter kami buat aku janggal tersangat2 dengan dia, dan merasakan aku x layak berkawan dengan dia. :P But then, adalah kisah antara aku dan Jima (yang funny siot, miahahaha), buat Jima dan Naj rapat, then aku pun terapat sama (start usrah ABIM). Maka begitulah terjadinya penjalinan persahabatan pengkamian. (Merapu!) Well, ni boleh dikira soulmate aku pasal hal2 berkenaan hati. Well, macam ibu2 kan ni orang, selesa la kalau mau heart to heart sama dia. :D Now dia di Perak, meninggalkan kami dalam keadaan aku masih terkilan + geram! :D Tapi, biarlah, semoga kita sama2 berjaya dengan pilihan bidang masing2. ;)


(payah betul mau jumpa gambar budak ni sorang2. c(: )

Nama: Fatin Nazurah Saman
Gelaran: Tatin Tweety
Bornday: 18 Jun

Kenal dari Kem Mendidik Akal Budi. Tapi before tu pun kenal sudah, dengar2 cerita (femes budak ni), pastu, TERrapat gila pulak. Tiada rahsia antara kami katanya, pergh, terharu I. ;) Susah mau jumpa budak ni, tapi orang kata, kalau ukhuwah tu kuat, jarang jumpa pun no hal, tautan hati tetap kukuh. (Pengsan, sejak bila berayat2 ni) Even anak perempuan sulung, manja jugak budak ni (ampun Fatin), suka mencubit dan senang ketawa. Pemaaf dan happy go lucky. Sederhana orangnya, (pembawaan diri, tapi badan, KICIK, nda sederhana pun, haha! Ampun!) Study di UIA. ;)


Untunglah merasa salji... :D
Nama: Shazzny Juni
Gelaran: Nini Awesome
Bornday: 13 November

Another 1 November Girl. Adik bha ni, anak sulung keluarga la tapi. Ni antara kawan yang aku mengikuti perkembangan penghijrahan beliau. Sesungguhnya, penghijrahan yang indah. Tahniah Nini. :) Keep istiqamah. Mungkin, Nini lebih baik daripada kami yang memang moderate dari dulu. Apapun, selamat berjuang kita semua. :D Nini ni, aku kenal betul2 tym asasi. Hee, orangnya banyak cakap, anak mummy, jarang Nampak dia marah. Sekali marah, ambik ko, payah mau berhenti bercakap. :D n mau buat 1 pengakuan ni, Nini, sesungguhnya pukulan anda amat power! :P Kim salam budak Rusia! :D
Bismillahirrahmanirrahim... :)

Adil = Meletakkan sesuatu sesuai pada tempatnya
Sama Rata = Tidak berbeza dari segi kuantiti, kualiti dan beberapa ciri yang lain

Dari segi layanan pula, masyarakat cenderung untuk menganggap bahawa jika tidak berlaku sama rata, maka ianya adalah tidak adil. Contoh, anak pertama berumur 16 tahun diberi wang belanja RM 5, si adik berumur 7 tahun diberi RM 2. Tapi selalu kita dengar anak-anak ini mengeluh kerana kenapa wang belanja yang diberikan berbeza-beza sedangkan semuanya anak mak dan ayah. :) Anak-anak ini mungkin belum mengerti, jumlah wang yang diberi adalah berdasarkan keperluan, bukan sengaja untuk membeza-bezakan anak.

Nampaknya, persepsi mengenai adil dan sama rata ini harus ditekankan kepada anak-anak sejak dari kecil lagi. Apabila meningkat dewasa, mungkin perkara yang sama akan berlaku lagi, tetapi dalam situasi yang berbeza. Misalnya, layanan sahabat kepada sahabat2 yang lain. Atau mungkin, pendekatan dakwah kepada golongan2 yang tertentu... :) Wallahua'lam...

[Muhasabah diri...cemburu dengan sahabat buat diri malu sendiri.. aishhh...]
Satu2nya gambar raya


Bismillahirrahmanirrahim.. Salam 8 Syawal...


Alhamdulillah, marathon 8hari beraya... (++ aktiviti sampingan : shopping, majlis perkahwinan, meeting)

So, tiba masa untuik bayar puasa (yang x sengaja di'escape') *bukan tiba masa balas budi..=.=*

Gambar di sebelah, satu2nya gambar yg d ambik sepanjang perayaan bsama kngkawan.. haha... konvoi raya, 3kreta... up ckit dr raya thun lepas... 1 n 2 kreta ja jln.. :D tp gambar bkn main malar d ambk... adeh...

Well, org kata, xda gmbr pun xpa, memori tetap tpahat d hati.. errr.... *tiba2 tringat kata2 abg sorg 2... yesterday become one day? kih3*





Beraya sambil Berkahwin...wah.... Sunnah... :)
Hazrath Aisha RadhiAllahu Anha said, Holy Prophet Sallallahu Alaihi Wasallam married me in Shawwal and consummated his marriage with me in Shawwal”. Hence she liked for her friends to get married in Shawwal. Sahih Muslim 3312, Tirmidhi 1095, Nisai 3238, Ibn Majah 1990

With pengantin baru (25082012), tahniah kamu!!! Pjalanan kisah cinta yg menarik! :)

Terima kasih kepada teknologi, orang jauh pun boleh berkongsi kegembiraan... (:
*Abg sorang ni kawen oredy, kisah yg bermula drpd pndg ptama tym pnyerahan surat twrn Asasi, dan now sah jadi suami isteri... "Takkan lari gunung dikejar" jadi trademark asasian... Aboy2, Gojes U... Usaha yang mbuahkn hasil... Semoga dipermudahkn sgala urusan... :)*

#Now menunggu abg kesayangan and kawan kecintaan pulak mengatur langkah... Cepat2lah kamu dua ya... 21041806 aaaamiiiiiiiiin... :D (kompom naik hangen la klau tuan puan pnya badan baca ni.. :D)#

♥ ''Ketika Allah inginkan dua hati bersatu, Dia akan menggerakkan kedua2nya. Bukan salah satu'' ♥


Bismillahirrahmanirrahim...

Lama x update, bukan setakat kerana sibuk, tapi juga malas.. :D

Hari ini (03 Okt. 2011), kelas math 8.00-11.00 dibatalkan, ambil kesempatan untuk menaip sesuatu sebelum mula menyiapkan assignment yang semakin menggunung.. 4 bulan sunyi tanpa kerja, sedikit berkarat otak ini nampaknya..

30 Sept. - 2 Okt. 2011, mengikuti program Tamrin Nuqaba' ABIM.. :) Sungai Biru, Ranau.. Walaupun bilangan peserta tidak begitu ramai, tapi just nice.. Program dijalankan dengan lancar.. Kuantiti itu tidak berapa penting jika dibandingkan dengan kualiti.. :)

Tamrin kali ini sangat menarik.. Sangat2 menarik... Pengisian oleh para penceramah diiringi oleh bunyi air sungai yang mengalir, burung2 yang berkicau, dan angin yang bertiup lembut.. Nyaman rasanya dan lebih muda menghadam segala yang disampaikan kepada kami.. :)

Tidur di dalam chalet, pemisahan di antara muslimin dan muslimah dalam beberapa slot, aktiviti dalam sungai, Wow! Seronok! :) Kali ini, alhamdulillah diberi kesempatan untuk mencuba pelbagai perkara.. Imam solat Subuh dan bacaan mathurat, pengerusi slot bersama Aunty Rukiah n pengucapan awam selama 4 minit..haha.. (suppose to be 5 minit.. :P)

Ya..penat..tapi, mana ada perjuangan yang mudah.. Hari ketiga kami diberi task untuk melawat ke rumah2 di sekitar daerah Lohan.. Kami dibahagikan kepada beberapa kumpulan dan bergerak ke satu rumah ke rumah yang lain.. Maksimum 3 buah rumah.. Tugasnya? Beramah mesra dengan penduduk kampung dan gain beberapa maklumat.. Very enjoy.. Macam2 perangai masyarakat boleh dilihat.. Paling tidak boleh dilupakan, nenek 94 tahun mengaku berumur 200 tahun..haha...adeh... :P

Balik ke asrama, then tidur..hihi... Mujur sudah jamak solat ketika masih di Ranau.. Sempat ziarah anak2 di Rumah Putera Harapan.. Hmmm, setiap kali ke sana, sedih melihat kebajikan mereka yang kurang terurus.. Tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk buat mereka mengamalkan apa yang telah di ajar kepada mereka.. Aduhai....

Coklat mariii!!! ^_^ Thanks to abg Hilmie atas coklat2 yang dibelikan.. Kami semua gumbiraa melihat coklat2 yang dibawa itu.. (Lama menunggu kiriman sampai..:P)

Oh Najwa, insyaAllah selamat sampai di Jakarta.. Hmm... terkilan x sempat jumpa sebelum berangkat ke sana.. Hadiah pun hanya mampu dikirim..huhu... Kehilangan pasti terasa walaupun ada ahli geng yang baru, yang sebijik sebijan dengan Najwa Md. Haris...

Gambar2 masih belum diambil dari mereka2 yang berkenaan.. Will update later! ;)


(^^,)v
From : Najwa Haris
Date : 21/ 08/ 2011
Time : 6.59 pm

One message received.. “Asalamuailaikum. Mom aq kata, insyaAllah, 9 sept ni bru aq d terbangkan k Jakarta indonsia. InsyaAllah..”

One word to describe the feeling.. ALHAMDULILLAH.. But then, airmata mencurah2... Bersyukur, tapi..berat hati.. Tahniah Najwa, akhirnya doamu terkabul.. Setelah berusaha bersungguh-sungguh, diuji dengan dugaan yang x henti2, akhirnya berita gembira yang ko dapat berkat kesabaran ko...

One question, mampukah kami membiasakan diri bergerak tanpa ko? SISMA still need u for sure....apatah lagi kami2 ni.. Ko seja yang rajin menegur kalau kami wat salah.. Gaduh mana pun kita, bertacing2 sesandi mana pun, tetap jugak kita besfren kan... huhu.. Najwaaaaa.... *SpeechlesS*













(^^,) v




✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥ GooD GirL ♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿

My Photo
Myzra Midin
✿⊱╮♥...I want to die with my forehead on the ground; the Sunnah in my heart; Allah on my mind; Quran on my tongue; and tears in my eyes... ♥ ✿⊱╮ ♥...I was married to the Duniya - but we have now divorced. I am now engaged to the Akhirah - but my desire to marry Jannah remains. I've rejected Jahannum's proposal and now, Jahannum and Duniya keep harrassing me. Instead of calling 911 and asking for a restraining order, I called upon Allah. Duniya and Jahannum haven't been arrested, so I'm constantly living in fear, but I won't let them ruin me...♥
View my complete profile

✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers

✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥ Main Family ♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿♥✿